Header Ads


Menjelajah Pesona Taman Lalulintas Bandung



Oleh  : Yudhi Kurnia

Taman lalulintas seolah tak pernah kehilangan pesonanya, terutama bagi kalangan anak-anak yang mau menikmati wisata naek kereta mini khas taman lalulintas. Taman lalulintas saat ini berbeda dari waktu setahun yang lewat. Banyak perubahan yang terjadi, dari mulai penataan taman hingga penambahan wahana bermain dan juga spot photo yang menarik untuk ber-selfie ria.

Orang Bandung belum sah jadi orang Bandung jika belum pernah sekalipun main di taman yang penuh sejarah ini. Nama taman lalu lintas begitu melegenda, se melegenda nya nama seorang anak dari seorang Jenderal yang termasuk pahlawan revolusi yaitu Jendral A.H Nasution. Nama Ade Irma menjadi sebuah nama yang tersemat di Taman Lalulintas, sebagai bentuk mengenang tentang sosok seorang anak yang tangguh dan juga pemberani.

Menikmati panorama taman lalulintas Bandung memang sungguh mempesona, hati dan mata. Menyehatkan pernafasan, karena disekelilingnya terdapat pohon-pohon yang besar-besanya dari keluarga Angsana. Pohon-pohon yang tumbuh ini tak pelak menjadi penyuplai oksigen yang sangat banyak, sehingga suasana sejuk begitu kental terasa.

Bagi yang merencanakan berkunjung ke taman lalulintas Bandung ini harus mempersiapkan Waktu yang tepat. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari dimana kepadatan pengunjung sedang puncak-puncaknya. Apalagi pada jam 10: 00 sd 12: 00 pengunjung tak hentinya terus berdatangan. Anak kecil, balita, remaja, orang tua, Kakek nenek terlihat sangat menikmati wahana yang tersedia, wahana yang ada terdiri dari yang gratis pakai ada yang harus bayar terlebih dahulu.

HTM ke taman ini terbilang murah. Dengan 7000an rupiah saja perorang kita sudah dapat tiket masuk. Namun, sayang area parkir yang agak terbatas membuat saya cukup kesulitan untuk memarkirkan motor. Jikapun mau sedikit nyaman saat menyimpan datang lebih pagi itu lebih baik. Lewat dari jam 9, bisa dipastikan anda akan kesulitan untuk mendapatkan ruang untuk parkir. Untuk kendaraan roda empat lahan parkir yang dibuat dipinggir jalan mengelilingi taman sangat strategis untuk ditempati, meski hal ini juga akan sulit dilakukan saat deretan mobil sudah sangat memadati sekeliling luar taman.

Setelah tempat parkir didapat siap-siap saja diminta uang parkir terlebih dahulu sebesar 3000 rupiah. Kalau Untuk mobil saya kurang begitu tahu berapa yang harus dibayar untuk biaya parkir. Mungkin saat sudah mempunyai kendaraan empat saya baru bisa mengetahuinya.

Wahana di taman ini ada beberapa yang menjadi ikon yang terkenal. Yaitu diantaranya Kereta Mini yang akan setia mengantar berkeliling taman. Ataupun motor kereta, yang agak berbeda dengan kereta mini. Pasalnya motor kereta ini berkeliling dengan menggunakan roda ban karet biasa.

Harga masing-masing tiket ada di angka 5000 rupiah perorang. Sebuah tiket yang murah untuk membayar kesenangan berkeliling taman. Taman lalulintas yang saat ini telah dan sedang melakukan rehabilitasi sepertinya dari arsitektur tata kelola taman mirip dengan taman yang dikembangkan di kota Bandung, buah karya dari sang arsitek yang menjadi walikota yaitu Ridwan Kamil. Apakah ini juga terdapat sentuhan tangan dingin RK, entahlah.

Di dalam taman kita bisa memilih permainan dan juga spot untuk berfoto dan juga berkumpul keluarga ala-ala lesehan. Meski, didalam taman ada larangan untuk menginjak rumput, tetap saja ada yang melanggar bahkan berani menggelar tikar diatas rumput. Alhamdulillah, kami sekeluarga mah tidak sampai menginjak-injak rumput bahkan sampai gelar tikar, karena dapat menemukan tempat gelar tikar diatas tembok, tanpa perlu diatas rumput.

Banyak dari pengunjung yang memang sengaja makan-makan bareng keluarga sehabis lelah mencoba wahana-wahana disana, atau dari hanya sekedar keliling taman yang asri. Berbagai macam makanan, nasi timbel, Snack, minuman yang sengaja dibawa dari rumahnya untuk dibuka dan di makan di taman ini. Saya begitu merasakan kehangatan dan kegembiraan keluarga dalam menikmati suasana keindahan taman di tengah kota Bandung.

Taman ini begitu cocok untuk kumpul bareng keluarga yang akan memberikan kesan yang mendalam dalam menikmati berbagai fasilitas yang ada. Semua itu bukan tanpa celah kekurangan, minimnya toilet sangat menganggu kami sekeluarga, pasalnya toilet yang ada kurang begitu memadai untuk pengunjung yang super duper banyak di setiap weekend. Lebih mantabs lagi jika ada fasilitas ruang ibadah seperti masjid yang memadai, tentunya akan membuat nyaman para pengunjung yang beragama Islam.

Untuk keluarga yang minat untuk liburan murah dan bermakna, TLL - Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani sepertinya cocok untuk menjadi pilihan liburan di akhir pekan.

Sukamenak, 15 Oktober 2017

No comments

Powered by Blogger.